Pengalaman Festival Buku (Fesbuk) 2018 di Magelang

Sejauh
ini baru kali ini saya menghadiri festival buku atau biasa di singkat fesbuk
ini. Di sini dihadirkan serangkaian acara yang menambah wawasan serta antusias
dari masyarakat Kota Magelang untuk membeli dan membaca buku.
Saya sampai di Gedung Kyai Sepanjang atau biasa di sebut Perpus Kota pada pukul 09:00 di sana saya melihat sebuah tontonan yang disajikan anak – anak dari beberapa sekolah. Ada yang unik dari festival buku ini menurut saya. Ada salah satu Stand yang menyediakan layanan cek darah dan kesehatan yang merupakan stand yang dibuat oleh siswa – siswa Kesdam. Selain itu dalam festival ini kita bukan hanya mendapatkan tontonan dan buku, di sini kita juga akan bisa menikmati makanan yang disediakan diluar gedung. Kita juga bisa membeli beberapa oleh – oleh mulai dari pernak pernik hingga baju di festival buku ini. Memang sudah menjadi hal umum yang mana setiap ada event pasti banyak penjual.
Saya sampai di Gedung Kyai Sepanjang atau biasa di sebut Perpus Kota pada pukul 09:00 di sana saya melihat sebuah tontonan yang disajikan anak – anak dari beberapa sekolah. Ada yang unik dari festival buku ini menurut saya. Ada salah satu Stand yang menyediakan layanan cek darah dan kesehatan yang merupakan stand yang dibuat oleh siswa – siswa Kesdam. Selain itu dalam festival ini kita bukan hanya mendapatkan tontonan dan buku, di sini kita juga akan bisa menikmati makanan yang disediakan diluar gedung. Kita juga bisa membeli beberapa oleh – oleh mulai dari pernak pernik hingga baju di festival buku ini. Memang sudah menjadi hal umum yang mana setiap ada event pasti banyak penjual.
Dalam
festival ini hadir penerbit Mizan yang menghadirkan karya karyanya dalam sebuah
stand. Jika Anda mempunyai anak SD kelas 6 atau SMP kelas 9 festival ini dapat
menjadi referensi untuk mendapatkan buku yang bisa digunakan untuk latihan
menghadapi Ujian Nasional. Di sini juga saya menemukan beberapa novel Tere Liye
yang dijual dengan diskon antara 20 hingga 50 %. Banyak juga karya – karya yang
memiliki harga asli yang tinggi namun dijual dengan harga rendah. Namun, ada
juga beberapa buku yang memiliki kualitas kurang baik. Salah satunya ketika
saya membeli buku berjudul Resolve Conflict In Your Life. (Mengatasi Konflik
Dalam Hidup Anda) Karya Dale Carnegie saat membuka buku ini saya melihat bagian
cover yang terlepas dari lem padahal masih terbungkus rapi saat membeli. Namun,
diantara beberapa buku yang saya beli yang memiliki kualitas buruk hanya satu
buku selebihnya bagus semua.
Dalam
festival buku ini saya melihat beberapa Stand menawarkan obral buku
dengan kisaran harga 5rb hingga 20rb rupiah. Yang unik adalah mereka bebeas
memilih buku yang ingin mereka beli. Bukan hanya menyediakan diskon dan obral
dalam festival ini juga ada serangkaian acara hiburan seperti Dayakan, Edukasi
kelinci, dan beragam acara lain. Bukan hanya hiburan penyelenggara juga
mengadakan kuis bagi pengunjung yang mana ada dua kuis dalam event ini yang
pertama adalah tebak buku. Dalam kuis ini akan disediakan beberapa buku yang
ditumpuk menjadi satu dalam sebuah lemari kaca pengunjung bertugas menebak isi
apa saja yang terdapat dalam lemari kaca tersebut. Mereka akan menuliskan pada
sebuah kertas dan mengumpulkannya di Panitia.
Kuis yang selanjutnya adalah
Dooprize yang mana pembeli yang jumlah pembelian buku dalam acara ini mencapai
minimal 50rb akan mendapatkan kupon. Dalam kupon ini nantinya pengunjung
diminta untuk mengisikan nama, alamat, dan nomer telepon pada hari senin akan
dilakukan pengundian yang bila menang akan dihubungi via telepon. Saya sendiri
mengikuti kuis yang kedua ini.
Festival ini berlangsung dari
kamis, 4 Oktober hingga Senin 8 Oktober 2018. Menurut penilaian saya sebagai
orang awam acara ini merupakan acara yang menambah wawasan dan pengetahuan.
Acara ini dapat meningkatkan minat baca para pengunjung. Merupakan salah satu
program jitu yang digagas oleh pemerintah Kota Magelang. Saya berharap kegiatan
ini dapat dilanjutkan di beberapa kota lainnya. Hal ini dikarenakan program ini
mendukung pemerintah dalam rangka menerapkan budaya literasi kepada masyarakat
Indonesia. Salam literasi.
0 Response to "Pengalaman Festival Buku (Fesbuk) 2018 di Magelang"
Post a Comment