-->

Bukan Lahir dari Disney, 5 Film Animasi Berikut Terbukti Tak Kalah Keren





Mendengar mengenai film animasi pasti Anda akan langsung terpikir akan salah satu produser dari berbagai film animasi terbaik yaitu Disney. Mengapa kebanyakan orang berpikir bahwa animasi terbaik pasti lahir dari Disney ? Ya, karena Walt Disney Animation Studios sendiri merupakan studio animasi pertama yang lahir di Hollywood dan telah mencetak kesuksesan melewati film-film animasi yang mereka buat, baik film layar lebar maupun televisi, film-film Disney selalu mendapatkan tempat di hati para penonton. Bahkan karena kesuksesan mereka pada film animasi, Disney kemudian melebarkan sayap hingga memiliki rumah produksi yang kian besar namanya hingga saat ini, selain itu Disney juga mengembangkan karier melalui film-film live-action, penjualan merchandise dan mainan serta membangun berbagai taman hiburan Disneyland diberbagai negara besar di dunia.

Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi animasi yang ada, maka semakin banyak pula studio-studio animasi yang muncul dan kemudian melebarkan sayap menyaingi Disney. Awal mulanya, studio animasi tersebut masih bersifat independen, lalu untuk mengembangkan karier yang ada, studio-studio animasi tersebut di akuisisi oleh perusahaan film besar. Meskipun bukan berasal dari Disney, telah terbukti studio-studio animasi tersebut dapat memroduksi film animasi yang sangat epic dan sangat direkomendasikan untuk ditonton bagi Anda para penggemar film animasi.

Nah, berikut ini akan dibahas beberapa informasi mengenai film animasi keren besutan studio-studio animasi lain yang tidak kalah saing dengan film produksi dari Disney. Mungkin banyak dari Anda yang telah menonton beberapa film berikut, akan tetapi bagi Anda yang belum pernah menontonnya, film -film animasi berikut dapat Anda jadikan pilihan untuk menonton bersama keluarga.

1. The Nightmare Before Christmast (1993)

Film animasi yang pertama adalah The Nightmare Before Christmast. Film animasi yang lahir dibawah naungan Touchstone Pictures ini merupakan salah satu film animasi yang pernah ditolak untuk dirilis oleh studio raksasa semecam Disney. Walt Disney sebagai salah satu produser film animasi terbaik ternyata tidak bersedia merilis film ini dibawah benderanya. Alasan yang dikemukakan oleh pihak Disney yaitu, film animasi hasil dari ide dan pemikiran unik Tim Burton ini memiliki tema yang tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Burton sendiri merupakan salah seorang animator terbaik di Walt Disney Animation Studios. Ide dan pemikiran mengenai film ini muncul di kepala Burton pada tahun 1982. Namun, karena pada saat itu, Burton sedang melebarkan sayap kariernya yang kian menanjak, ide dan pemikiran film tersebut pun Ia tunda hingga waktu yang menurutnya pas.
Kemudian, seiring berjalannya waktu, akhirnya ide film ini kembali diangkat dan Burton pun memilih Henry Selick sebagai sutradara dari film animasi hasil pemikirannya tersebut. Burton memilih teknik stop-motion dengan nuansa mencekam khas Halloween yang juga ikut ditampilkan dengan sangat apik. Burton juga memilih Danny Elfman seorang musisi yang juga merupakan sahabat karibnya untuk mengisi vokal karakter utama serta mengisi alunan musik yang dibutuhkan pada film. Akhirnya karena keunikan yang disajikan, film animasi The Nightmare Before Christmast pun berhasil masuk sebagai nominasi Best Visual Effects di ajang Academy Awards. Hingga tahun 2018 ini, film karya terbaik Burton tersebut selalu masuk dalam deretan top 10 film animasi terbaik di berbagai media di dunia.

2. Despicable Me (2010)

Bercerita mengenai seorang ilmuan bernama Gru yang selalu berusaha untuk menyaingi kejahatan dari musuhnya, film ini merupakan film animasi terbaik yang sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama keluarga. Gru sebagai seorang ilmuan pun mengadopsi 3 anak kecil dari panti asuhan untuk membantunya melancarkan aksi jahatnya. Namun tak disangka bahwa pada akhirnya 3 anak kecil tersebut dapat mengubah sosok Gru menjadi sosok yang baik hati. Ide cerita ini dari film Desppicable Me memang hampir mirip dengan film besutan Disney yaitu Megamind (2010) dan Wreck-It Ralph (2012) yang juga sama-sama menceritakan mengenai karakter antagonis yang kemudian berubah menjadi sosok superhero dalam perjalanannya berbuat kejahatan.
Film ini memiliki Animasi CGI-nya yang sangat apik, dibumbui dengan karakter yang juga unik serta humor yang mampu mengocok perut, membuat film Despicable Me ini sukses besar di industri perfilman dunia. Baik secara komersial maupun kualitas, kesuksesan film ini kemudian mampu menaikkan nama Illumination Studios ke jajaran studio animasi yang pantas untuk diperhitungkan oleh para penonton. Karena kesuksesan tersebut Illumination Studios kemudian merilis seri baru dari film Despicable yaitu Despicable Me 2 (2013) dan spin-off-nya yang berjudul Minions (2015). Film spin-off tersebut merupakan pre sequel dari petualangan para Minions sebelum mereka bertemu dengan Gru.

3. Shrek (2001)

Film animasi terbaik non-Disney besutan dari DreamWorks ini menjadi salah satu film yang selalu dikenang oleh para penontonnya. Memiliki grafis animasi yang sangat halus serta jalan cerita yang berbeda dengan film animasi kebanyakan, Sherk menjadi salah satu film animasi tersukses yang berhasil digarap oleh DreamWorks.
Film ini sendiri menceritakan mengenai si makhluk ogre pemberani bernama Shrek yang selalu menyendiri di sebuah rawa yang menjadi tempat tinggalnya. Suatu ketika banyak makhluk-makhluk negeri dongeng yang tanpa persetujuan Sherk memasuki rawa miliknya. Shrek yang mulai merasa terganggu akan kehadiran makhluk dari negeri dongeng tersebut kemudian berusaha mengambil alih rawa miliknya dengan cara memenuhi permintaan raja untuk menolong seorang putri bernama Fiona. Dengan bantuan seekor keledai menjengkelkan bernama Donkey, Shrek pun memulai petualangannya untuk menyelamatkan Putri Fiona agar Rawa yang Ia miliki dapat kembali lagi pada kuasanya. 


4. How to Train Your Dragon

Film animasi berikutnya ini juga hasil karya dari DreamWorks. Sangat patut untuk diapresiasi, film animasi How to Train Your Dragon ini bahkan dirilis dalam versi 3D sehingga dapat memberikan pengalaman menonton berbeda pada biasanya, film yang dirilis 3D ini menyajikan film yang lebih nyata dengan menggunakan kacamata 3D.
Film How to Train Your Dragon sendiri mengisahkan tentang seorang viking muda yang menentang tradisi menangkap naga yang telah dilakukan turun temurun, hal tersebut dikarenakan dirinya sendiri yang kemudian bersahabat dengan seekor naga bernama Toothless. Salah satu film animasi garapan DreamWorks ini bahkan berhasil masuk ke dalam dua nominasi di perayaan Oscar ke-83 dalam kategori lagu orisinil dan film animasi terbaik. Meskipun How to Train Your Dragon belum berhasil membawa pulang piala Oscar, film animasi ini dapat menjadi salah satu film box office terlaris dengan meraup keuntungan sebesar 495,8 juta dollar Amerika. Karena kesuksesan film inilah, kemudian DreamWorks merilis seri kedua untuk memuaskan hasrat para penonton yang ingin mengetahui kelanjutan film tersebut.
 
5. Rio (2011)

Film animasi terakhir yang bukan berasal dari Disney namun sukses dipasaran industri film yaitu Rio. Film Rio ini diproduksi oleh 20th Century Fox dan telah sukses menghibur para penggemarnya. Film yang menceritakan tentang seekor burung kakak tua biru bernama Blue ini sarat akan pelajaran yang juga bisa dijadikan sebagai edukasi akan pentingnya menjaga lingkungan serta ekosistem disekitar manusia. Sejak kecil Blue merupakan burung yang tidak bisa terbang dan telah dirawat oleh Linda yaitu seorang gadis pemilik toko buku. Kemudian pada suatu hari, Linda mendapatkan undangan untuk datang ke Rio de Janeiro bersama dengan Blue. Tujuan undangan yang diberikan oleh dokter ahli burung tersebut adalah untuk memasangkan Blue dengan betina sejenisnya agar dapat menyelamatkan spesies kakak tua biru dari kepunahan.
Namun, apa yang terjadi ? Di Rio de Janeiro, Blue ditangkap oleh seorang penyelundup yang ingin menjualnya dengan harga mahal tanpa mementingkan kepunahaan yang akan terjadi pada burung dengan jenis yang termasuk langka tersebut. Film yang sangat layak untuk ditonton bersama keluarga ini bahkan telah berhasil memeroleh pendapatan kotor sebesar 484 juta dollar Amerika dengan hanya bermodalkan uang sebanyak 90 juta dollar Amerika untuk proses pembuatan film. Karena kesuksesan tersebut akhirnya 20th Century Fox menghadirkan sekuel kedua dari film Blue yaitu Rio 2

0 Response to "Bukan Lahir dari Disney, 5 Film Animasi Berikut Terbukti Tak Kalah Keren"