-->

Keyakinan Merubah Segalanya Cerbung Si Rudi #1 Edisi Perkenalan #BEASISWA


           Hello dan salam sejahtera untuk kita semua, lho kok malah kayak pidato :v. 

        Oke teman teman kali ini akan share saya mau share sebuah cerbung karya saya yang akan segera saya rilis dalam blog ini. 
Awalnya saya sedikit bingung karena tujuan awal saya ngeblog awal smp itu hanya untuk gaya gayaan, awal smk saya pengen belajar buat cari uang dengan blog , adsense pastinya :D, tapi akhirnya saya teringat buku yang saya baca karya Mastah blogger Dian Umbara.
   Teringat kata kata sharing not selling. Jadi saya sudah putuskan untuk mengisi blog ini dengan karya - karya saya yang sebisa saya. Rencana saya akan mengisi blog ini dengan niche kumpulan cerpen, puisi ,dan tugas tugas sekolah saya. Sekaligus akan saya isi curhat curhatan saya. Kalau ada yang baca yang syukur kalau enggak ya tidak papa karena tujuan saya hanya bercerita dan sharing pengalaman. 
      Nah, untuk edisi cerbung saya akan menceritakan karya saya. Yang sama sekali belum saya tulis. Ceritanya saya adalah content writer dan berencana untuk menjadi seorang blogger setelah membeli ram. Namun,  setelah saya mendapatkan ram yang saya inginkan ternyata laptop saya rusak saudara – saudara. Saya kembali teringat sebuah ungkapan.

“Jangan terpaku untuk memiliki sesuatu tapi manfaatkanlah yang kamu miliki sekarang.”

       Baiklah karena kedua ungkapan tadi saya berencana untuk berkarya melalui blog ini menggunakan media seadanya entah itu hp maupun laptop pinjem. Saya akan sedikit cerita tentang diri saya. Nama saya Muhammad Rudi Andi bisa dipanggil Andi atau Rudi. Saya hobi menulis. Namun, saya juga tidak begitu bakat dalam menulis. Ceritanya saya percaya ketetapan Allah. Karena Allah juga yang mengantarkan segala sesuatu yang telah saya lewati. Saya berfikiran bahwa tidak punya bakat menulis karena belum pernah menerbitkan karya.
     Sedikit cerita mengenai pengalaman saya tentang ketetapan Allah dan kekuatan doa ibu. Pada sewaktu SD sampai dengan SMP saya adalah seseorang yang tidak suka pelajaran bahasa inggris. Entah apa saya selalu bingung ketika mendengar kata kata dengan bahasa inggris alhasil saya sering mendapatkan nilai seadanya saat tes bahasa inggris. Ya walaupun nggak buruk buruk amat karena saya mendapatkan nilai range 6-9 bahkan  100 itupun saya harus seharian full menghafal kosakata. Pengalaman tentang bahasa inggris yang menurut saya mengesankan terjadi pada jenjang sd, smp dan SMK.

“Ntar ya capek nulisnya pakai keyboard ekternal” :v

Oke lanjut, pengalaman bahasa inggris yang pertama kali adalah sewaktu SD saat ujian praktek bahasa inggris. Saya menggunakan bahasa inggris versi medok saya dan Alhamdulillah pertama kali saya mengucapkan bahasa inggris di depan umum. Itulah yang menjadi cikal bakal saya sedikit tidak suka dengan bahasa inggris.

Singkat cerita smp pada waktu kelas 8 atau 9 saya lupa. Kami sekelas mendapatkan tugas untuk membuat film dengan bahasa inggris. Dan hal yang selalu saya ingat adalah saat saya harus menghafalkan dialog dan yang saya rasakan sulit sekali. Sampai saat itu saya punya teman namanya Zanuarius membuat sebuah catatan kecil yang berisi kata kata misalnya English karena bacanya pakai I biar saya ingat dia menulis dengan kata “inglis”. Dia membuatkan dengan sukarela memang teman yang baik. Tapi konyolnya pada saat itu saya hanya disuruh mengucap….

“When and what time?” saya lupa dan saat film ready record saya mengucapkan

“when and what…….” Lupa dan video harus di pause sambil ditertawakan teman teman.

“When and what …..” 1 menit saya mengingat ingat dan masih lupa

Akhirnya teman saya mempause video dan tertawa dan mengatakan "time”
Lanjut video
“Time”
“Percakapan teman saya”

…….
   Ya saking saya tidak sukanya dengan bahasa inggris saya mengucapkan time saja lupa.
Kemudian saya benar benar mengingat peristiwa itu yang membuat saya belajar. Belajar untuk mencoba mengenal bahasa inggris. Pada sewaktu kelas 9 saya kenal dengan Pak Antok , beliau merupakan motivator saya sekaligus idola bagi saya. Meskipun saya tidak pernah bilang kepada beliau. Saya pernah sewaktu itu diundang ke BK dan diberi motivasi sampai saya menangis.

“Inti dari motivasinya adalah saya sudah tidak memiliki bapak(akan saya jelaskan pada next episode cerbung Si Rudi) dan apa kamu nggak kasian sama ibu kamu, kamu harus buat beliau bangga.”

   Benar benar menyentuh. Lanjut ke bahasa inggris ya sejak saya kenal Pak Antok saya menjadi sedikit terbuka kepada bahasa inggris.


“Aku pulang tanpa beban…” suara lirik lagu yang saya dengarkan. Lah kok malah lagu , saya hanya menulis apa yang sedang saya fikirkan :v

   Lanjut ke bagian part SMK. Di SMK saya masuk itu biasa saja hanya menjadi siswa yang biasa biasa saja, tetapi pintar :v. pada saat kelas satu saya mendapatkan pelajar bahasa inggris yang hampir 80% merupakan bukan pelajaran. Tapi merupakan cerita sang guru baik masa mudanya, masa ketika ia berjuang, cerita militer dan masih banyak lagi. Nggak lho pak :v siapa tau bapak baca (teruntuk guru bahasa inggris SMK kelas 1 saya). Namun, saya saat kelas 1 bertemu dengan Mas Jukie salah satu native spiker dari Amerika. Pada saat itu Guru saya ini merupakan pendamping dari Mas Jukie ini.

Sedikit cerita Mas Jukie merupakan orang yang supel gampang bergaul dan rendah hati. Setahu saya dia selalu tersenyum saat bertemu dengan siapa saja. Dia merupakan lulusan sarjana di Amerika yang mendapatkan beasiswa untuk tinggal di Indonesia selama 9 bulan menjadi tenaga penganjar pembantu.  Ya pastinya pelajaran bahasa inggris. Yang membuat unik adalah dia keturunan campuran asia dan Amerika.
Mas jukie inilah yang membuat saya terpaksa belajar bahasa inggris :v lho kok terpaksa?
Ya karena saya saat itu memang masih tidak suka bahasa inggris :v saya merupakan tipe orang yang sangat suka bertemu dengan orang asing sehingga saya belajar dan asal ceplos saja kalau bertemu orang asing.

Oiya saya jadi teringat pertama kali saya bertemu bule pada sewaktu saya pergi ke Cani Mendut sebuah Candi di Magelang saat itu saya sedang jalan  - jalan dengan Riski dan teman saya satu lagi lupa kalau tidak salah Waldi / Mamen nama panggilannya. Karena melihat bule saya langsung mengundangnya.

S(saya): “sir”

B(Bule):”(senyum)Hello, What is your name?”

S: “My name is Andi, this is my friends (Dengan nada medok khas saya)”

B:”And you?” (Menanyai teman saya)

R(Rizki): ”Rizki”

B:”Rizti"

R:”Rizki”

B:”Rizzz kkkkii” (agak panjang karena dia bulenya sudah pronoun nama temen ane ini)

R: “Yes”
Dan kemudian teman saya memperkenalkan diri namanya “waldi”

S:”And what is your name?”

B:”My name is Tong”

      Dengan menawan ketawa saya melihat bule tadi dan mengatakan nice to meet you( Nise to met yu). Kami waktu itu sempat bertanya tentang agama. Dan ternyata di taunya saya beragama Budha.. saya katakan saya islam dan dia tidak tau. Setelah beberapa hari atau bulan waktu itu saya jadi tahu kalau bahasa inggrinya islam itu moslem. Oiya balik ke Mas Jukie. Dia pada waktu itu….

“Bentar bentar saya dilema lanjut nggak ya :v padahal  sudah 1000 kata” lanjut nggak
a :v yaudah saya tak minum dulu, eh bentar ini bulan puasa, ya udah saya lanjut saja dari pada mokah :V”

Oke lanjut  pada waktu itu Mas Jukie membuka seleksi beasiswa. Saya awalnya pun tidak tahu. Jadi begini ceritanya pada waktu itu saya ditanya temen saya namanya Astrid.

“Ndi cara ngisi formulir beasiswa ki pie to,? Kancamu lak akeh to?, YGC barang” (Ndi cara mengisi formulir beasiswa itu gimana to? Temenmu lak banyak, YGC(nanti di episode selanjutnya akan saya jelaskan mengenai ini))

“Hoo, ana sik nang jepang barang, 1 tahun sesuk jajal tak takokke”(Iya, ada yang ke jepang juga 1 tahun besok coba tak tanyake)

Sejak obrolan itu saya penasaran mengenai beasiswa yang dia maksud. Namun, saya tidak begitu mendapatkan informasi. Kemudian datang hari di mana ada pengumuman mengenai seleksi beasiswa yang akan diadakan Mas Jukie.

Pada hari itu saya mengajak teman saya namanya Juned. Dia ternyata pada hari seleksi mengurungkan niatnya. Saya akhirnya pada saat itu sepulang sekolah seharusnya seleksi dan memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum pulang saya sholat terlebih dahulu , sholat asar. Sehabis saya sholat saya bertemu dengan Tyas dan menceritakan tentang beasiswa ini. Dia tertarik dan antusias untuk ikut saya sebelumnya yang berencana untuk pulang pun jadinya tidak jadi pulang. Sehabis itu saya dan Tyas pergi menuju lokasi. Nah, ternyata masih belum berakhir dan meskipun telat kami tetap masuk.
Yang jadi pertanyaan.

 Apa yang membuat saya yakin? Bahasa inggris yang saat itu secukupnya dan bahkan pronoun saya masih medok khas jawa. Merupakan hal yang terkesan wani. Namun saya hanya yakin satu hal bahwa Allah tidak akan pernah tidur. Ketika Allah berkata JADILAH,MAKA JADILAH. Singkat cerita saya mengikuti seleksi pertama yaitu interview dengan Mas Jukie.

“What is the leader is?”

Nah saya jawab saja leader adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengontrol anggotanya dan menjadikan ia lebih baik. Pemimpin adalah seorang yang memiliki ambisi, motivasi dan harapan untuk maju. Yang bisa membawa anggotanya menjadi lebih baik. (Tentunya saya menggunakan bahasa inggris sebisanya sesuai kemampuan saya. Dengan bahasa khas jawa medok yang penting dia ngerti yang saya omongin. Perkara salah atau bener bukan masalah yang penting dia ngerti yang saya omongin. Alhamdulillah dia ngerti)

“What is your organization?”

Saya menjawab bahwa organisasi saya adalah Green School sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan.

“Who are you in your organization and what kind of activities in there?”

Saya adalah ketua dari organisasi saya untuk yang tingkat junior ya, karena saat itu saya adalah ketua angkatan,. Saya memberikan gambaran bahwa saya membuat sebuah lubang untuk melawan banjir, saya  membuat jamur dan kegiatan berbasis lingkungan lainnya. Walaupun saya seorang yang memiliki kenekatan tingkat tinggi saya tetap berusaha. Salah satu ikhtiar saya adalah saya selalu menyempatkan diri untuk membaca berbagai buku seleksi beasiswa yang ada di perpus maupun yang saya cari diinternet. Yang saya tahu adalah saya ingin sukses saya harus usaha dan berdoa.

Oiya sedikit info ibu saya belum tau kalau saya mendaftar beasiswa ini. Dan mungkin kalian masih bertanya – Tanya program apa yang saya ikuti seleksinya?
Mari ikuti penjelasan saya. Saya menggikutti seleksi program yang bernama Indonesia Youth Leadership Program. Sebuah program yang diadakan oleh kementerian luar negeri Amerika Serikat dan Bekerja sama dengan Indiana University. Singkatnya ini merupakan sebuah program yang diadakan untuk meningkatkan pemahaman budaya antar kedua Negara dan merupakan semacam program pertukaran pelajar di Indonesia yang berbasis latihan dasar kepemimpinan sesuai namanya Indonesia Youth Leadership Program.

Program ini merupakan program yang sepenuhnya dibiayai oleh pihak kedutaan Amerika Serikat. Setahu saya program ini merupakan program yang diadakan setiap tahunnya dengan kota dan mungkin Negara yang berbeda setiap seleksi. Kala itu yang dipilih untuk melakukan seleksi adalah Kota Magelang (Yaitu kota tempat tinggal saya), Kudus yang berlokasi di Jawa Tengah, Lampung tepatnya pada Kota Bandar Lampung, Ternate dan Jailolo Maluku Utara. Total nantinya akan ada 20 peserta dari Indonesia yang dipilih berdasarkan hasil seleksi.


 “Kerja lembur bagai kuda sampai tak ingat orang tua , oh hati terasa durhaka maksud hati bahagiakan orang tua apa daya dipalak perman, sungguh kejam itu perman. …..ramayana oh Ramayana” (ini merupakan bagian dari skene iklan yang tidak disponsori karena muncul begitu saja dalam otak saya.)

Lanjut

Akhirnya tiba dihari diumumkan akan diambil beberapa peserta dari proses seleksi yang akan diberi form beasiswa. Ternyata kala itu Tyas terliminasi. Saya kehilangan patner. Tetapi itu tidak menyurutkan niat saya dan akhirnya saya putuskan untuk lanjut.

“Apa yang telah kamu mulai selesaikanlah hingga tuntas, walaupun itu terasa tidak berarti apa – apa  yakinlah suatu manfaat akan didapat dari hal yang Anda selesaikan. Jangan tunda lagi selesaikan” –Dari seseorang pengangguran yang bermimpi untuk sukses.



Email pemberitahuan hasil wawancara dengan Mas Jukie
(klik foto untuk melihat gambar dengan jelas)

  Saya pada akhirnya menjadi salah satu peserta yang terpilih untuk mengisi paper. Tetapi, hal yang membuat dasar penilai saya yakin 100 % bukan kemampuan bahasa inggris yang bagus. Karena teman saya justru memiliki kemampuan yang lebih, saya mengamati satu persatu teman – teman yang ikut seleksi. Kadang saya minder karena kemampuan bahasa mereka lebih hebat dari saya. Namun, ternyata Tuhan berkendak lain saya lolos. Tapi tunggu dulu ini masih tahap yang benar - benar awal. Saya bersyukur kala itu karena saya dapat melewati itu. Di sela rasa syukur saya, saya tidak lantas berpuas diri karena saya tahu saya masih harus berjuang

“Lanjut nggak ya?”

“Pegal tangan saya menulis hampir dua ribu kata”.

“Kerjakan dan tuntaskan” – Kata Hati.
Baiklah saya akan lanjutkan.

     Dalam hati saya , saya yakin akan ketetapan Allah. Karena keterbatasan kemampuan bahasa. Saya akhirnya menulis ulang apa yang ada di paper beasiswa. Saya menangkap sedikit sedikit apa yang tercantum dalam paper. Namun, saya ingin mendapatkan hal yang lebih , saya ingin benar – benar mengetahui apa yang ditanyakan. Akhirnya saya gunakan saja manfaat dari internet yaitu Google Translate. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa karena untuk pertama kalinya saya menulis paper untuk beasiswa.
Oiya ada beberapa syarat yang harus saya penuhi untuk mengikuti seleksi ini.

  • Form beasiswa yang telah diis (berisi identitas saya dan jawaban pertanyaan – pertanyaan yang telah tertulis dalam beasiswa.
  • Foto
  • Surat Rekomendasi dari Guru

Data pendukung lain seperti pengurusan paspor, surat ijin orang tua  dstnya. Menyusul saat dinyatakan lolos seleksi.
Saya tidak begitu ingat seluruh form papernya. Yang saya tahu pertanyaan yang diajukan merupakan pertanyaan yang menyangkut motivasi dan kegiatan kerelawanan apa yang pernah dilakukan. Saya mantap saja menjawab dengan google translate.

(Begini yang saya lakukan)
Saya menuliskan pertanyaan yang berbahasa inggris kemudian saya pahami. Setelah dirasa saya paham. Akhirnya saya berbekal ilmu buku beasiswa – beasiswa yang saya baca.
Saya isi full dengan menggunakan bahasa Indonesia. Setelah dirasa jawabannya sempurna saya lanjut dengan mentranslate apa yang saya tulis. Setelah itu revisi dan akhirnya sampai pada proses penulisan pada paper.
 Waktu itu saya print.
Sedikit cerita dihari terakhir penulisan berkas tulisan saya belum menjawab satu pertanyaan. Kurang lebih jika dibahasa indonesiakan akan jadi seperti ini.

“Apa yang akan Anda lakukan setelah mengikuti program dan rencana apa yang telah Anda lakukan?”

Saya menjawab bahwa saya pernah melakukan pendidikan teknologi kepada masyarakat di desa saya khususnya anak – anak secara sederhana. Mereka datang biasanya untuk membenarkan telepon mereka atau baik baik menanyakan tentang jual beli hp kepada saya. (Akan saya bahas pada kesempatan yang akan datang pada serial si Rudi) saya dengan senang hati akan membalasnya dan membantu sebisa saya.
Saya sempat melihat berkas milik teman saya Astrid melengkapi dan meneruskannya kepada Mas Jukie. Saya kumpulkan bismillah dan inilah hasilnya.



Hasil seleksi paper
(Klik foto untuk melihat gambar dengan jelas)

    Dari paper selection, dari 10 an anak yang waktu itu telah terpilih dipilih 6 anak untuk mengikuti seleksi interview dengan pihak kedutaan Amerika. Untuk yang penasaran bisa kunjungi next post.

0 Response to "Keyakinan Merubah Segalanya Cerbung Si Rudi #1 Edisi Perkenalan #BEASISWA "